*
*
*
*

Saturday, September 10, 2005

Bandung Bandung Bandung

Jarum jam di tanganku menunjukkan pukul 6.00 pagi, hari itu Sabtu 6 Agustus 2005 aku dan my beloved wife sedang mencoba menghabiskan sarapan yang disiapkan restoran hotel Parama. Aku hampir menghabiskan satu piring nasi dan dua buah telur mata sapi, sedangkan kulihat istriku hampir tidak menyentuh makanannya sama sekali, dari tadi hanya teh hangat yang membasahi bibirnya. Dari semalem istriku agak ngak enak badan, badannya dingin, dan muntah2 terus, padahal hari ini perjalanan bakalan sangat panjang. Kami ke Bandung untuk Menghadiri resepsi pernikahan teman kuliah istriku Eva, dan pernikahan sepupu jauhku.

Tepat jam 07.oo wib mobil yang kukendarai melaju dari Parama Cisarua menuju arah puncak, sengaja AC tidak kuhidupkan karena udara masih sangat dingin, sedangkan istriku langsung tertidur begitu mobil melaju, wajahnya terlihat masih sangat pucat. Jalanan di puncak menuju Bandung tidak begitu ramai, mungkin sekarang orang2 lebih memilih lewat tol Cipularang (tol Jakarta-Bandung PP) yang sudah mulai dibuka sejak Mei kemarin. Ini kali pertama aku bawa mobil ke Bandung lewat Puncak, walaupun istriku tidur aku ngak takut kesasar, karena di sepanjang jalan banyak penunjuk arah kesana hehehehe...

Sekitar jam 09.00 Aku sudah masuk tol Padalarang (kalo ngak salah :p), istriku sudah mulai bangun dan menyiapkan peta Bandung, Kami terus meluncur ketujuan pertama yaitu Mess TNI AU Dirgantara di Jl Cipaganti, kami janjian bertemu dengan Ika dan Dewi (Teman kuliah istriku) disana. Sekitar Pukul 11 siang Kami berempat menuju ke Cimahi tempat resepsi Eva di laksanakan, Baru saja mau masuk tol pasteur macetnya minta ampyun, ngak Jakarta ngak Bogor saruak keneh atau sami mawon maceeeeeeeeeeeeeeeeeeet.

Begitu sampai di Gedung resepsi terdengar sayup2 gending jawa mengalun merdu, mengingatkan kampung halaman tempat sang handai tolan. Aku sedikit kaget ternyata si eva itu orang jawa, padahal kalo lagi ngomong itu loh meni sunda pisan. Setelah memberikan ucapan selamat, mencicipi hidangan yang disediakan dan mengambil gambar bersama kedua mempelai yang berbahagia Eva & Dadan, kami berempat segera kembali ke Mess.

Karena kondisi mess tidak begitu bersih kami memutuskan mencari hotel untuk menginap, saat weekend begini hotel2 di bandung pada penuh. Akhirnya setelah muter2 dapet juga hotel mutiara di deket stasiun ST-Hall, Setelah chek-in langsung bobo karna capeknya ndak ketulungan.

Selepas Magrib Aku dan istriku jalan2 ke factory outlet di sukajadi, sedangkan Ika dan Dewi memilih jalan ke mall di deket hotel (aku lupa namanya), Setelah berkeliling sampailah aku di stan Sepatu, kucoba yang ini lalu kucoba yang itu, semuanya enak dipake tapiiii sayang sekali kok ngak enak didompet yah :)). Dengan berat hati akhirnya kuputuskan juga membeli sepatu, padahal aku sudah dari dua bulan yang lalu menganggarkan untuk membeli sepatu, tapi tidak terbeli juga hahaha.

Kurang lebih jam 9 malam kami berdua menuju ciwalk di jalan ciampelas, lagi-lagi jalanan lumayan macet. Oh ya kami ke Ci-walk bukanya buat mejeng bareng abegeh-abegeh bandung tapi karena janji ketemuan dengan temen2 dr jakarta yang juga lagi main di sana. Sekitar jam 10.30 malam si Cakil, dewi, Doni & "Mas Yang Aku Lupa Namanya" baru keliatan batang idungnya. karena Ci-Walk udah dipenuhi oleh makhluk2 yang kagak tau dr mana asalnya, kami berenam memilih makan di pinggir jalan di dago, ngobrol ngak jelas juntrungannya sampai tengah malam. Sesampainya di hotel aku langsung terkapar, mencoba untuk memejamkan mata tuk melanjutkan mimpi-mimpi yang tertunda.

Pagi jam 5 Pagi aku sudah nongkrong di ST Hall, dinginya udara pagi menusuk-nusuk pedih kulitku, seharusnya aku ngak perlu terlalu pagi di stasiun, toh kereta pasti terlambat. Terkantuk-kantu sambil membaca kompas minggu, akhirnya kereta tiba jam 6.30 kusambut ibuku yang keluar dari gerbong kereta. Setelah sarapan pagi aku dan Indri istriku langsung ke Jl Dr. Otten untuk membeli bronies kukus, gilaaaaaaaaaaa antrianya udah panjang sekali padahal ini baru jam 7 pagi sedangkan toko buka jam 8. Tepat jam 8 Toko dibuka dan kartu antrian dibagikan, aku mendapat nomer antrian 19 (kl aku ngak lupa :p) dan setiap orang hanya boleh membeli maksimal 2 bungkus bronies ukuran kecil. Cek cek cek Bagaimana rasanya yah punya toko yang orang-orang sudah antri untuk membeli padahal toko belum buka, dan dagangan habis belum genap satu jam toko dibuka.

Siang Hari kami sudah berkumpul di tempat resepsi sepupu jauhku, Lumayan banyak sodara2ku yang datang, tante Yun dari Bali juga datang. Sepupuku yang menikah ini kerja di salah satu hotel di Bandung, banyak teman2 kerjanya yang datang, ada satu orang cewek dari para tamu yang menjadi perhatian kami. Cewek ini duduk di deretan sebelah ibuku, sedangkan aku dan istriku dideretan didepannya. Cewek ini mulai dari datang kerjaannya makan terus, begitu makanan yang dipegang habis langsung ambil yang lain begitu sampai kami mau pulang. Padahal tuh cewek langsing loh, atau jangan2 udah dua hari dua malam belum makan ya ....heheheeh, eh malah ngomongin orang, Astagfirrullah.

Dari resepsi aku, istriku, ibu dan kakakku tidak langsung pulang tapi muter2 dulu menikmati macetnya bandung. Pertama kami sholat di Masjid Agung trus beli kue di Kartika Sari dan lihat2 baju di faktory outlet di sekitar Dago. Tidak lupa mampir ke toko kue Bawean dan langsung pulang deh ke jakarta. Dag Bandunggggggggggggggg.........

PolkaDot Style @ 3:00 AM (0) comments

- shu -

message

friends

indri
sadifan
itha
Dadang
Andy

archives

December 2004
March 2005
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
September 2005
October 2005

Music

"Mandy Moore"
"Only Hope"

Dictionary

Credit

blogskins
Kamusweb
HaloScan
clocklink
photobucket
sitemeter

 

Search this site or the web powered by FreeFind

Site search Web search


users online

Image hosted by Photobucket.com

Get awesome blog templates like this one from BlogSkins.com

.